
- Memperbaiki dan menjaga struktur tanah.
- Menjadi penyangga pH tanah.
- Menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan.
- Membantu menjaga kelembaban tanah
- Aman dipakai dalam jumlah besar dan berlebih sekalipun
- Tidak merusak lingkungan.
Cara Membuat Kompos dan Dosis Pemakaiannya
Bahan-bahan:
- Campuran bahan organik: 1 ton
- Dedak / bekatul: 50 kg
- Gula merah / gula putih: 1 kg
- Air: ± 50 liter
- Pupuk Hayati M-BIO: 1 liter
Pembuatan:
- Larutkan Pupuk Hayati M-BIO, gula & air di dalam wadah hingga tercampur rata
- Campur rata bahan-bahan organik yang telah dicacah menggunakan sekop.
- Siramkan larutan M-BIO, air & gula secara merata dengan menggunakan embrat pada campuran bahan organik, sampai kandungan air pada campuran bahan organik tersebut mencapai ± 50% (adonan bila diremas dengan tangan air tidak menetes dan apabila remasan dilepas adonan mekar)
- Adonan ditumpukkan merata di tempatnya, kemudian ditutup dengan karung goni atau penutup lainnya supaya tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung.
- Setelah 6-8 jam, suhu adonan diperiksa. Selanjutnya aduk-aduk / balik adonan sampai suhu adonan dingin kemudian ditutup kembali.
- Setelahnya, adonan harus dibalik / diaduk kembali setiap hari untuk menjaga suhu adonan tetap di bawah 40° C.
- Setelah ± 7-10 hari fermentasi, Pupuk kompos hasil fermentasi siap diaplikasikan.
Cara Pengaplikasian pupuk kompos:
- Pupuk kompos ini bisa digunakan atau diaplikasikan sama seperti cara penggunaan pupuk organik lainnya, yaitu bisa langsung ditebarkan di atas lahan pada saat pengolahan tanah / membuat bedengan, kemudian dicampur dengan tanah secara merata.
- Takaran pupuk kompos berkisar antara 5 - 10 ton/ha, tergantung pada komoditas tanaman dan tingkat kesuburan tanah.
- Untuk tanaman dalam pot / polybag boleh menggunakan perbandingan 1:2 (kompos : media tanam)
Masalah dan Solusi dalam Pembuatan Pupuk Kompos
| ||
Masalah
|
Penyebab
|
Solusi
|
Muncul serangga dan belatung pada proses pembuatan pupuk kompos | Terlalu banyak sampah daging, ikan, susu, lemak dan santan atau tempat penyimpanan kompos tidak ditutup. | Tutup kompos dengan selapis tanah atau kompos lain atau sebaiknya bahan tersebut tidak dikomposkan. |
Muncul bau busuk (amonia) | Terlalu banyak unsur nitrogen / jumlah sampah hijau terlalu banyak | Tambahkan dedak / sekam / abu kayu / serbuk gergaji atau buka tempat penyimpanan kompos dan bolak-balik untuk menambahkan oksigen. |
Muncul bau busuk (tengik, telur busuk) | Kurang oksigen / terlalu lembab | Tambahkan dedak / sekam / abu kayu / serbuk gergaji atau buka tempat penyimpanan kompos dan bolak-balik untuk menambahkan oksigen. |
Kompos mengempal | Terlalu lembab | Tambahkan dedak / sekam / abu kayu / serbuk gergaji atau buka tempat penyimpanan kompos dan bolak-balik untuk menambahkan oksigen. |
Kompos terlalu kering | Kurang air | Basahi dengan larutan M-bio konsentrasi 1 tutup botol / 1 liter air dan dibolak-balik hingga tercampur rata |
Tidak terjadi reaksi / perubahan | Nitrogen terlalu rendah, oksigen rendah, kurang lembab | Tambahkan kotoran hewan / rerumputan untuk meningkatkan kadar nitrogen, kompos dibolik-balik untuk menambah udara atau oksigen. |
Keunggulan Manfaat Pupuk Hayati M-BIO dalam Cara Membuat Kompos
![]() |
Deptan No. 258/Kpts/SR.310/B/07/2015 |
M-BIO adalah Jenis Pupuk Hayati / pupuk biofertilizer terbaik yang cocok digunakan sebagai dan/atau campuran dalam Pembuatan pupuk kompos hasil fermentasi, merupakan kultur campuran mikroba yang menguntungkan diantaranya: Azotobacter sp, Bacillus sp, Lactobacillus sp, Saccharomyces sp. Juga mengandung berbagai hormon perangsang tumbuh seperti Auksin, Giberelin, Sitokinin dan enzim sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman.
Pupuk kompos yang dijelaskan di postingan ini merupakan pupuk organik yang dibuat dengan memfermentasi bahan-bahan organik oleh mikroorganisme yang terdapat dalam pupuk hayati M-BIO, sehingga dapat mempercepat proses dekomposisi bahan-bahan organik. Jika dibandingkan dengan cara pembuatan kompos biasa (tanpa M-BIO), pembuatannya lebih cepat yaitu hanya memerlukan waktu ± 7-10 hari (kompos biasa 15- 45 hari). Berikut beberapa keunggulan yang diberikan pupuk hayati M-BIO dalam cara membuat kompos:
- Proses pembuatannya lebih cepat dan singkat
- Hasil fermentasi dari bahan organik ini (asam amino, asam laktat, gula, alkohol, vitamin, protein, dan asam lainnya) mudah diserap oleh tanaman.
- Kandungan nutrisinya lebih tinggi dari pada kompos biasa (tanpa fermentasi)
- Tidak meninggalkan residu negatif seperti bau / gas dan panas,
DAPATKAN SEKARANG!!
Diskon 10% untuk 1 btl pertama
Distributor & Agen Resmi M-BIO Porasi
Keamanan dan Kenyamanan Privasi Pelanggan Terjamin
*(( Cara Membuat Kompos ))*
Posted by: M-BIO PORASI
0 komentar:
Posting Komentar